Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis dan perkantoran di Indonesia telah menarik banyak expatriate untuk bekerja dan tinggal di kota ini.  Seiring berkembangnya jaman dan kecanggihan teknologi serta peningkatan kerjasama antar negara di dunia, Jakarta telah menjadi kantor dan rumah bagi para expatriate atau pekerja asing dari mancanegara.

Salah seorang expatriate dari India, Mr. Kannan,  yang bekerja sebagai konsultan di PT. Accenture  mengatakan bahwa berkomunikasi dengan penduduk lokal dan teman sekerja menjadi tantangan terberatnya dalam 7 bulan dia telah berada di Indonesia. Oleh karena itulah sekarang Mr. Kannan dan expatriate lainnya dari India dan Filipina mempercayakan English Today Jakarta Kelas Bahasa Indonesia Pemula untuk dapat berkomunikasi dengan, lancar, baik dan percaya diri.

Kelas Bahasa Indonesia untuk pemula mengajarkan Bahasa Indonesia dasar mulai dari abjad, angka, nama hari dan bulan serta ungkapan dengan konsep percakapan yang berbasis dari situasi nyata yang biasa dihadapi oleh para expatriate dengan metode yang komprehensif dan komunikatif. Topik pembelajaran beragam dari mulai berkenalan sejak datang di airport, berbicara tentang pekerjaan, keluarga, sampai memesan makanan ataupun ojek online!

Pada pertemuan pertama di dalam kelas yang berdurasi 3 jam tersebut, kami menggunakan pendekatan komunikatif interaktif yang bertujuan agar para peserta bisa memperkenalkan diri sendiri di depan kelas dengan bantuan mindmap (peta pikiran) dan memperkenalkan secara singkat peserta selanjutnya dengan lancar, baik dan percaya diri.

Kegiatan pembelajaran di kelas awal ini adalah:

A. Memperkenalkan tujuan pembelajaran di awal kelas.

Hal ini sangat penting agar para peserta mengetahui hal apa yang akan bisa mereka capai pada akhir kelas. Dalam tahap ini para peserta diberikan kertas mindmap yang berisi kalimat pembuka yang harus mereka lengkapi dengan informasi diri mereka sendiri yang pada akhir kelas akan mereka gunakan untuk membantu mereka berbicara di depan kelas untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing.

B. Mempresentasikan target kosakata.

Para peserta diperkenalkan dengan abjad, angka, target kosakata dan cara-cara pengucapan kata-kata tertentu dalam Bahasa Indonesia dengan mendengarkan audio dan pengajar mengucapkan kata,  frase,  dan kalimat dengan baik dan benar. Kegiatan ini sangat penting karena pada saat inilah para peserta membangun pemahaman kosakata dan struktur bahasa.

C. Latihan berulang (drilling) dalam pengucapan secara intensif secara individual atau berkelompok.

Metode ini digunakan untuk memaksimalkan Waktu Berbicara Murid (Student Talking Time) yang mana akan membuat para peserta lebih percaya diri dan bisa mengenali kata-kata dan ungkapan dalam Bahasa Indonesia secara personal. Ketika para peserta mengalami kesulitan dalam mengetahui ataupun mengucapkan sebuah kata maka pengajar akan masuk sebagai fasilitator.

D. Mengerjakan latihan secara berpasangan atau berkelompok.

Dalam kegiatan ini para peserta dapat saling membantu dan mengoreksi satu sama lain. Kegiatan ini berkontribusi untuk keberhasilan pembelajaran masing-masing karena mereka mengalami secara langsung saat mereka melakukan kesalahan dan partner mereka akan membantu membenarkan. Ketika mereka sudah bisa saling mengoreksi artinya para peserta sudah memahami konsep bahasa tersebut.

Contoh:

A : Saya dua anak punya

B : Saya punya dua anak (mengoreksi)

Dengan membuat para peserta lebih banyak berlatih berbicara dengan sesama akan membentuk kebiasaan yang di kemudian hari membuat mereka bisa berkomunikasi dengan lancar. Tentunya diperlukan juga motivasi yang kuat dari para peserta untuk terus melatih bahasa Indonesia yang telah mereka ketahui.

Pada akhir kelas semua peserta sukses menyampaikan perkenalan diri mereka satu persatu dengan baik dan aktif dan merasa lebih percaya diri dalam berkenalan dengan teman sekerja mereka dari Indonesia di masa datang.